Dalam proses persidangan, tahapan yang paling awal adalah pembacaan dakwaan oleh penuntut umum. Dalam surat dakwaan inilah nantinya akan diuraikan secara detail identitas terdakwa, uraian peristiwa dugaan tindak pidana yang meliputi locus dan tempus delicti, serta uraian pasal yang dilanggar. Dalam praktik, terdapat beberapa bentuk surat dakwaan yaitu:

  1. Surat Dakwaan Tunggal
    Dakwaan ini berarti yaitu terhadap terdakwa hanya didakwakan satu perbuatan yang memenuhi uraian dalam satu pasal tertentu dari undang-undang, misalnya pencurian (pasal 362 KUHP)
  2. Surat Dakwaan Kumulatif
    Dakwaan ini berarti yaitu terhadap terdakwa didakwakan beberapa tindak pidana secara serempak yang masing-masing berdiri sendiri. Terhadap bentuk dakwaan ini scmua tindak pidana yang didakwakan harus dibuktikan oleh Jaksa Penuntut Umum dan oleh Majelis/ Hakim setiap dakwaan harus dipertimbangkan secara berurutan.
    Cara penulisan dakwaan kumulatif:
    Kesatu, Kedua, Ketiga. dst. atau Ke-satu, Ke-dua. Ke-tiga, dst. atau Satu, dan Dua, dan Tiga. dst.Contoh
    Kesatu: penganiayaan (pasal 351 KUHP).
    Kedua : menista dengan lisan (Pasal 310 (1 )KUHP).
    Ketiga : merusak barang hingga tidak dapat dipakai lagi (Pasal 406 (I) KUHP).
  3. Surat Dakwaan Subsidaritas.
    Dalam dakwaan ini terdapat beberapa tindak pidana yang dirumuskan secara bertingkat (gradasi), mulai dari tindak pidana yang terberat sampai dengan tindak pidana yang teringan ancaman pidananya.Contoh
    Primair Pasal 340 KUHP.
    Subsidair Pasal 338 KUHP.
    Lebih subsidair Pasal 359 KUHP dst.Dalam dakwaan ini yang terlebih dahulu dibuktikan adalah dakwaan primair, bila tcrbukti maka dakwaan berikutnya tidak perlu dibuktikan lagi. Dalam hal dakwaan primair tidak terbukti, baru dibuktikan dakwaan berikutnya.
  4. Surat Dakwaan Alternatif
    Dalam dakwaan ini, kcpada terdakwa didakwakan beberapa tindak pidana, yang masing-masing berbeda dalam uraian fakta namun berhubungan satu dengan yang lainnya. Dalam dakwaan ini yang dibuktikan hanya satu dakwaan saja. Dari hasil pemeriksaan persidangan, Hakim/ Majelis dapat secara langsung memilih dakwaan mana yang lebih tepat dan dianggap telah memenuhi unsur-unsur salah satu dari dakwaan tcrscbut.
    Dakwaan ini sering dirumuskan dengan menggunakan kata “atau” antara beberapa pasal tindak pidana yang didakwakan.Contoh
    Kesatu : Pasal 378 KUHP “atau” Kedua : Pasal 372 KUHP, atau dst
  5. Surat Dakwaan Kombinasi
    Merupakan kombinasi dari dakwaan berbentuk subsidair dengan altenatif atau antara dakwaan kumulatif dengan subsidair atau antara dakwaan kumulatif dengan altematif.Contoh Dakwaan Kombinasi (antara dakwaan subsidair dengan dengan dakwaan alternatif)Kesatu
    Primair : Pasal. 340 KUHP
    Subsidair : Pasal. 338 KUHP
    Atau
    Kedua
    Primair : Pasal. 359 KUHP
    Subsidair : Pasal. 351 KUHP.