Lady justice. Statue of Justice in library. Legal and law background concept/ Istockphoto

JAKARTA – World Justice Project (WJP) mengungkapkan Indeks Negara Hukum Indonesia (INHI) 2021 turun dari tahun sebelumnya. Tahun ini, INHI tercatat 0,67 atau lebih rendah dari 2020, 0,68.

Ahli Rule of Law Index WJP Erwin Natosmal Oemar mengatakan, dengan penurunan indeks itu, peringkat INHI di global juga merosot. Saat ini, peringkat INHI 68 dari 139 negara.

Angka tersebut diperoleh dari survei terhadap 1.004 responden rumah tangga, serta 27 ahli dan praktisi hukum. Akuntabilitas, hukum yang adil, keterbukaan, dan pemulihan yang tidak memihak dan dapat diakses adalah empat indikasi utama. Itu kemudian dikurangi menjadi delapan indikator dari empat yang asli.

“Penurunannya agak tipis 0,01 dari tahun sebelumnya atau turun dua peringkat dari tahun sebelumnya. Indonesia saat ini berada di peringkat 68 dari 139 negara,” kata Erwin dalam diskusi daring, Kamis (23/12).

Jika dalam lingkup Asia Tenggara, Indonesia berada di peringkat 9 dari 15 negara. Erwin menyebut capaian itu tak berubah dengan tahun lalu.

Nilai lima indikator INHI, menurut Erwin, mengalami penurunan. Indikator pembatasan kekuasaan, peradilan perdata, peradilan pidana, transparansi pemerintah, dan perlindungan hak-hak dasar semuanya menurun.

Sementara itu, dua indikator stagnan yaitu penegakan aturan (regulatory enforcement) dan ketertiban dan keamanan (order and security). Ia menyebut, hanya satu indikator yang naik tipis yaitu indikator absennya korupsi.

Erwin menuturkan terdapat penurunan nilai di lima indikator INHI. Penurunan terjadi di indikator pembatasan kekuasaan, sistem peradilan perdata, sistem peradilan pidana, keterbukaan pemerintah dan perlindungan hak hak dasar (fundamental rights).

Sementara itu, dua indikator stagnan yaitu penegakan aturan (regulatory enforcement) dan ketertiban dan keamanan (order and security). Ia menyebut, hanya satu indikator yang naik tipis yaitu indikator absennya korupsi.

Sumber:

CNN Indonesia