Oleh: Emmanuel Ariananto Waluyo Adi

Pendahuluan

Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik, yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa. Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Dalam hal ini pemerintah bertanggung jawab dalam penanggulanggan bencana, karena bencana (baik yang disebabkan oleh faktor alam dan atau non alam, maupun oleh faktor manusia), kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis, sangat berpengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Tanggung jawab pemerintah, sesuai dengan bunyi Pembukaan Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945 yang mengamanatkan bahwa: “Pemerintah atau Negara Kesatuan Republik Indonesia melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Saat ini kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tumbuh semakin pesat dan semakin merambah ke seluruh sendi kehidupan. Media sosial menjadi salah satu bagian yang turut mengubah paradigma manusia di era revolusi industri 4.0. Media tersebut tak sekadar menjadi alat komunikasi, melainkan juga digunakan dalam banyak keperluan, mulai dari sekadar berinteraksi, beriklan, manajemen konflik, hingga manajemen bencana. Pada Januari 2021, jumlah pengguna media sosial mencapai 4,2 miliar. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 14 menit sehari untuk mengakses media sosial. Media sosial yang paling sering digunakan yaitu YouTube, WhatsApp dan Instagram Waktu yang dihabiskan pengguna WhatsApp di Indonesia yaitu sekitar 30,8 jam per bulan, Instagram 17 jam per bulan, YouTube 25,9 jam per bulan. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas waktu orang Indonesia juga mengakses media sosial.

Media sosial yang bisa digunakan untuk chatting, mengupload gambar, dan mempromosikan sesuatu dalam hal ini adalah Instagram. Instagram adalah sebuah aplikasi jejaring sosial dengan berbagi foto, secara detail dapat didefinisikan sebagai aplikasi mobile berbasis iOS, Android dan Windows Phone dimana pengguna dapat membidik, meng-edit dan mem-posting foto atau video ke halaman utama Instagram dan jejaring sosial lainnya. Instagram memiliki konsep social media stories berupa sebuah fitur yang memungkinkan pengguna mengirim foto dan video dengan durasi sekitar 15 detik yang menghilang setelah 24 jam yang bisa untuk iklan berupa Instagram Ads yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat yang mayoritas memiliki akun Instagram beserta gadget sesuai data diatas. Di Indonesia, jumlah pengguna Instagram hingga Juli 2021 sebesar 91,77 juta pengguna.  Instagram telah memiliki 1 juta pengiklan aktif. Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat, instagram menjadi peluang besar bagi para pelaku bisnis dalam melakukan kegiatan promosi, tak terkecuali pemerintah yang berupaya mempromosikan mitigasi bencana, sehingga instagram dapat dijadikan strategi marketing yang jitu bagi pemerintah berupa produk serta jasa yaitu kebijakan pemerintah dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam hal ini mayoritas lembaga pemerintahan masing-masing sudah memiliki akun media sosial khususnya instagram untuk mensosialisasikan program-program pemerintah tapi fokus dalam hal ini adalah sosialisasi dengan Instagram ads untuk menyisipkan dan memasarkan video mitigasi bencana secara singkat dan menarik kreatif kepada para pengguna media sosial agar informasi mitigas bencana tersampaikan. Untuk menggunakan fitur Instagram ads perlu biaya iklan. Pada 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang menyiapkan pos anggaran belanja iklan untuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN). Menkominfo mengatakan, belanja iklan tersebut nantinya dilakukan melalui media nasional maupun lokal hingga akhir tahun, belanja iklan melalui media ini nantinya akan dianggarkan melalui realokasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran APBN 2020 sektor KPC PEN kepada DIPA Kominfo.

Penyuluhan Mitigasi Bencana

Mekanisme masyarakat dalam menghadapi kejadian (coping mechanism) terbentuk dan lahir dari pengalaman, pengetahuan, pemahaman, dan pemaknaan terhadap setiap kejadian, fenomena, harapan dan masalah yang terjadi di sekitarnya. Mekanisme tersebut diteruskan lewat proses sosialisasi dari generasi ke generasi dan pelaksanaannya tergantung pada kadar kualitas pemahaman dan implikasinya dalam kehidupan mereka. Penanggulangan bencana adalah segala upaya atau kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan berkaitan dengan bencana yang dilakukan sebelum, pada saat, dan setelah bencana. (UU No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana). Kegiatan Penanggulangan Bencana pada dasarnya adalah serangkaian kegiatan baik sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi, menghindari dan memulihkan diri dari dampak bencana Pemerintah dan pemerintah daerah yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Pemerintah telah membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Badan ini adalah sebuah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang mempunyai tugas membantu Presiden dalam mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanganan bencana dan kedaruratan secara terpadu, serta melaksanakan penanganan bencana dan kedaruratan mulai dari sebelum, pada saat, dan setelah terjadi bencana yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan. BNPB mempunyai tugas khususnya diantaranya:

  1. Memberikan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi secara adil dan setara;
  2. Menyampaikan informasi kegiatan penanggulangan bencana kepada masyarakat;

Penyampaian informasi tersebut dapat dilakukan secara kreatif dengan anggaran yang ada melalui iklan Instagram.

Sosialisasi Video Mitigasi Bencana yang kreatif menggunakan Instagram Ads

Pedoman penggunaan media sosial yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah. Etika media sosial tersebut yaitu diantaranya:

  1. Menyampaikan dan menerima informasi publik yang benar, tepat, dan akurat.
  2. Melaksanakan keterbukaan informasi publik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Salah satu bentuk layanan media sosial Instagram yaitu Instagram ads yang perlu pertimbangan persediaan dana secara khusus untuk layanan iklan mitigasi bencana. Untuk dana sebagaimana info diatas bahwa telah disediakan dan akan dilaksanakan oleh Kominfo. Pada hakikatnya yang dilakukan dalam hal ini merupakan bagian dari periklanan secara umum, dimana pemerintah mengiklankan bentuk pelayanan berupa menyampaikan informasi atas kebijakan mitigasi bencana. Pengertian iklan adalah merupakan suatuproses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk atau menggiring orang untuk mengambil tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan. Periklanan merupakan proses komunikasi lanjutan yang membawa khalayak ke informasi terpenting yang memang perlu mereka ketahui. Karena pemerintah membayar iklan maka dapat memilih media yang sesuai untuk pemasangan atau penayangan iklan, sehingga pesan di dalamnya dapat sampai pada kelompok sasaran yang dituju dalam hal ini melalui media Instagram Ads. Teknis prosedur penggunaan Instagram ads akan dimunculkan di feed akun Instagram setiap orang atau instagram stories.

Keunggulan menggunakan Instagram ads yaitu:

  1. iklan yang ditampilkan pada Instagram Ads tidak terkesan agresif seperti yang ditampilkan oleh platform medsos lainnya
  2. mengadopsi sistem targeting yang serupa dengan yang diterapkan oleh medsos Facebook, yang memungkinkan pengguna untuk bisa mendapatkan informasi tentang target market spesifik mungkin yang meliputi lokasi, usia, jenis kelamin, hobi, dan lain sebagainya.
  3. menyediakan beberapa jenis variasi format iklan dari mulai foto, video, dan juga carousel.
  4. begitu signifikan pengaruhnya dalam promosi yaitu tersedianya fitur untuk meningkatkan engagement yang terdiri dari tombol seperti follow, kunjungi situs web, atau download aplikasi.

Kesimpulan

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap mitigasi bencana pemerintah harus kreatif dan gencar menyampaikan informasi terkait itu seperti melalui media sosial yang mayoritas masyarakat Indonesia dapat mengakses itu. Media sosial berperan dalam setiap tahap manajemen bencana, mulai dari mitigasi, respon, dan pemulihan pascabencana. Pada konteks ini, media sosial menjadi penghubung antara lembaga resmi dengan publik dan stakeholder lainnya. Hal ini menjadi semakin memudahkan penanganan krisis akibat bencana dan membuka peluang sebesar-besarnya untuk menekan resiko bencana. bahwa Instagram memiliki potensi untuk digunakan sebagai media sosialisasi. Media sosial yang dipandang maksimal untuk melaksanakan hal tersebut adalah Instagram melalui fitur Instagram ads yang sederhana untuk dipahami karena bisa untuk chatting, posting, atau video call sehingga nyaman. Pelaksana dari pemerintah dalam hal ini sesuai peraturan perundang-undangan dan informasi atas anggaran yang ada maka yaitu BNPB bersama Kominfo harus aktif berkoordinasi juga dengan instansi lain. Tentunya, tindakan pencegahan terhadap resiko yang ditimbulkan dari bencana alam membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari instansi terkait hingga masuk ke lini masyarakat

AI

Artikel berupa opini ini ditulis oleh Emmanuel Ariananto Waluyo Adi, Analis Hukum di Sekretariat Kabinet RI. Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Yuris Muda Indonesia.