Foto: Valencya divonis bebas (Yuda Febrian Silitonga/detikcom).

Yuris Muda Indonesia-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Karawang memvonis bebas Valencya (45), seorang istri yang dilaporkan atas kasus KDRT. Dia dinyatakan tidak terbukti bersalah melakukan kekerasan terhadap mantan suaminya, Chan Yu Ching.

“Terdakwa Valencya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan penuntut umum,” bunyi putusan yang dibacakan oleh hakim ketua, Ismail Gunawan

Perjalanan Vaelncya untuk memperoleh keadilan berbuah manis. Perempuan yang didakwa melakukan KDRT psikis usai omelin suami mabuk ini divonis bebas hakim.

Vonis bebas itu dibacakan saat Valencya mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang pada Kamis (2/12/2021).

Putusan hakim yang diketuai Ismail Gunawan ini sesuai dengan revisi tuntutan jaksa penuntut umum di sidang sebelumnya. Pada sidang replik, jaksa membatalkan tuntutan setahun penjara menjadi tuntutan bebas.

Vonis bebas ini sesuai dengan harapan dari Valencya. Ibu dua anak tersebut diketahui melalui berbagai rintangan demi mendapatkan keadilan.

Sejak awal, perkara cekcok rumah tangga ini dinilai janggal. Dalam sidang tuntutan, bahkan Valencya sempat dituntut satu tahun penjara.

Tuntutan setahun ini menjadi sorotan. Hingga akhirnya Kejaksaan Agung mengambil alih penanganan perkara. Imbas dari hal tersebut, sejumlah jaksa diperiksa. Bahkan Asisten Pidana Umum Kejati Jabar dicopot dari jabatannya.

Bukan saja di lingkungan kejaksaan. Perkara ini juga turut menyeret lingkungan Polri. Tiga penyidik yang menangani perkara ini pun diperiksa Propam Polda Jabar.

Valencya menemukan titik terang atas perkaranya di sidang replik. JPU dari Kejagung yang mengambil alih penanganan perkara akhirnya membatalkan tuntutan sebelumnya dan menuntut ulang dengan tuntutan bebas.

“Berdasarkan pertimbangan. Jaksa Agung selaku penuntut umum tertinggi menarik tuntutan jaksa penuntut umum yang dibacakan terhadap diri terdakwa Valencya,” ucap JPU saat membacakan replik.

Jaksa lantas membacakan rincian tuntutan yang diubah. Jaksa menilai Valencya tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana psikis sesuai dengan Pasal 45 KUHP tentang penghapusan KDRT.

“Membebaskan terdakwa Valencya alias Nengsy Lim dari segala jenis tuntutan,” kata dia.

Usai vonis dibacakan, Valencya yang tampak mengenakan baju putih dan masker pink itu tak kuasa menahan tangis dan langsung sujud syukur di ruang sidang tersebut.

Kepada awak media, dia menyapaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membelanya. Valencya meminta agar kasus ini bisa selesai dengan baik dan tenang.

“Saya minta sudah, hentikan, Tuhan tidak tidur. Ini bukan kasus saya satu-satunya masih ada kasus lain yang dilaporkan terhadap saya. Tolong sudahi ini, sudah cukup penderitaan saya dan keluarga selama ini,” pinta Valencya.

Sumber: